togetherness

tentang angkatan

Ini semua dimulai ketika gw membaca salah satu blog temen gw. Di blog itu, dia menyebut-nyebut tentang angkatan. And I thought I had the same idea to write. Tentang angkatan gw di Psikologi UI. Ya, dua ribu tujuh.

Mendapatkan angka tujuh setelah deretan angka 200 merupakan suatu kesenangan buat gw (nggak bisa disebut kesenangan juga sih, I just love the number, don’t know why), mungkin karena itu angka ganjil, but never mind.. Setelah lulus SMA dan masuk kuliah, gw semakin familiar dengan yang namanya angkatan, karena di kampus angkatan itu penting, paling tidak buat menunjukkan identitas seseorang, misalnya ada percakapan kaya gini:

A: eh, liat si X ga?

B: X yang mana? 2006 apa 2007?

A: oh, 2006..

B: tadi ke kantin tuh..

Yah, buat gw angkatan bisa berfungsi buat hal-hal seperti itu, ditambah lagi kampus Psikologi yang memang identik dengan kekeluargaan dan kebersamaan membuat orang-orang yang berada di satu angkatan yang sama punya sense of belonging yang tinggi. Oke, inilah gw setaun yang lalu. (baca: baru masuk kuliah dan lagi bangga-bangganya sama angkatan gw si 2007 itu). Semua tugas yang diberikan Panitia emang menuntut gw, yang masih Maba waktu itu, untuk berinteraksi dengan temen-temen 2007 yang lain. Mulai dari tugas-tugas kelompok, bikin ini dan itu, dan lain sebagainya. Semua menuntut kekompakan dengan orang-orang yang masih baru banget gw kenal.

Setelah melalui beberapa tahap, tibalah puncak acara. Di hari itu ada sebuah kondisi (I prefer to use this term), namanya Class Solidation (CS). Kenapa namanya solidation? Gw emang nggak pernah tanya ke siapa-siapa, tapi mungkin gw cukup percaya diri untuk bilang bahwa kata ‘solidation’ memang merujuk pada suatu tujuan yang juga merupakan arti harfiah dari kata itu sendiri: PEMADATAN. Sifat benda padat yang punya partikel-partikel erat dapat menggambarkan harapan Panitia PMB waktu itu, yaitu supaya angkatan 2007 semuanya kompak, nggak ‘pecah’, dan lain-lain yang menurut gw emang mulia banget.

Setelah berhari-hari rangkaian acara dilakukan, gw yang waktu itu jadi Maba denger desas-desus kalo CS-nya 2007 gagal. Hah, gagal? Maksudnya apa juga gw nggak ngerti. Tapi, setelah ngobrol-ngobrol sama senior di angkatan atas, hampir semuanya bilang kurang lebih gini:

Si kakak: “kalo pas gw dulu gini gini gini, bla bla bla bla.. (‘gini gini dan blablabla’ yang mereka maksud adalah mereka melakukan hal yang menurut mereka emang harus dilakukan saat itu. Singkatnya buat gw, KEREN). tapi kok angkatan lo nggak sih?”

Gw: “oh gitu ya, gw juga nggak ngerti kenapa kaya gitu, hehehe..” *sambil tertawa dan berpikir dalem-dalem*

Selain itu, emang timbul gosip yang namanya angkatan ganjil dan angkatan genap. Katanya angkatan ganjil itu nggak kompak, dan angkatan genap sebaliknya. Gw pun mencoba melihat ke angkatan ganjil terdekat yang gw tau yaitu 2005. Nggak ngerti juga 2005 itu gimana-gimana, tapi gw emang sadar kalo angkatan gw si 2007 itu emang gimanaaaaa gitu. Gw juga susah nulisnya, karena waktu itu jujur aja gw emang nggak terlalu ‘sayang’ sama angkatan gw. Gw cenderung cuek sama acara-acara angkatan waktu itu, karena gw berpikir toh yang lain juga santai-santai aja, kenapa gw harus repot?

Fortunately, I changed the way I think. Kalo semua orang mikir sama kaya gw, kapan 2007 bisa maju?

Setelah setaun kuliah, menurut gw angkatan gw sama-sama aja, nggak ada (atau belom ada?) perubahan. Semua semakin jelas pas acara buka puasa angkatan kemaren. Dikit banget yang dateng! Gw sangat berpegang dalam masalah kuantitas buat issue yang satu ini. Dari total 200an orang, yang dateng kira-kira cuma 30an. Alesannya karena besoknya ada kuis Psibang dan gosipnya kuis Psisos. Tapi pi pi pi, emang cuma mereka aja yang ada kuis? Hey, gw juga! Yang lainnya juga ada kuis sama persis kaya kalian yang nggak dateng. Tapi kenapa masih ada yang bisa dateng juga? Gw juga nggak tau mereka punya urusan apalagi, tapi buat gw hari itu sungguh mengecewakan.

Where are you, guys? Together we can make it better!

Advertisements