prayer

life, and always life

Pernah nggak lo merasa sangat lelah dan muak dengan sesuatu? Sesuatu itu bisa jadi orang, benda, lagu, atau apapun. All you wanna do is just go and go, and you just never want to see that person, thing, song, or anything. Gw sedang mengalaminya. Lebih tepatnya lagi: sudah lama mengalami tapi yang ini udah sampe pada tahap lelah selelah-lelahnya gw. Buat gw, keadaan ini udah lama banget hinggap di hidup gw. Tujuh tahun udah sangat cukup buat gw berpikir kenapa sampe sekarang gw masih terus berkutat dengan keadaan yang painful itu.

Di satu sisi, gw selalu mencoba bersyukur masih bisa menikmati banyak hal yang membuat gw berpikir: “Oh, I should be grateful, because of this, and that, and this, and that”. Tapi di sisi lain, ketika gw berusaha sangat kuat untuk strict pada prinsip gw di atas, seperti ada bagian lain yang berteriak karena kapasitas gw sebagai manusia biasa sudah mulai terusik. Gw mulai berpikir sangat egois dan bertanya pada Tuhan –yang selalu gw percaya mengatur setiap detik kehidupan gw- kenapa sampai hari ini masalah itu tidak kunjung pergi? Apakah semua usaha, pengharapan, dan doa gw nggak pernah sampe ke telinga Tuhan? Pertanyaan bodoh. Karena gw amat sangat yakin Tuhan Maha Tahu. Tapi, itulah yang bener-bener pengen gw tanya. Kenapa dan kenapa? Tujuh tahun buat orang lain bisa berarti banyak, dari seorang anak tk yang belom bisa baca menjadi seorang gadis kecil umur 12 tahun yang udah ngerti pacaran, HP, and so on. Tujuh tahun bisa juga berarti transformasi dari seseorang jadi seseorang yang lain. Tapi, seven years for me means nothing. Ya, di tujuh tahun itu gw belajar sangat banyak, gw tertawa, gw menangis, bersabar, dan menahan sangat banyak, tapi semua yang gw lakukan tidak mengubah apapun.

Dan kalo ada yang bilang Tuhan nggak adil, gw jadi mulai merasa pernyataan itu ada benernya. Gw emang nggak tau rahasia apa yang ada di balik keadaan gw yang tentunya berbeda sama keadaan orang lain, mengingat gw juga nggak punya kemampuan untuk menebak apa yang bakal terjadi nanti. Tapi untuk saat ini, bisa dibilang gw merasakan itu.

God, I’m tired.. And I’m fed up.