love

Happiness

I know my being happy is an anomaly. No one knows me better than you. But I can say without avoiding your gaze, without crossing my fingers behind my back; or any other thing I do when speaking untruthfully – I am happy.

I know the rain doesn’t discriminate between day or night and either will hold its own light and dark — but now, at this very moment, I feel like I am the sun. And I know in my heart, I will always look upon this time — not without a sense of melancholy — that it was the happiest in my life.

– Lang Leav

Ayah Saya Ini dan Itu

Ayah saya galak, dulu ketika saya masih duduk di bangku SD, ayah selalu bilang bahwa target nilai itu harus sembilan atau sepuluh. Tidak boleh tidak. Tidak ada di dalam kamus Ayah yang mengatakan bahwa angka delapan itu bagus. Dan saya selalu mendorong diri saya untuk mendapatkan nilai minimal sembilan. Bukan, bukan untuk menyenangkan hati ayah. Saya hanya merasa tidak ada yang salah dengan standarnya, sehingga lambat laun saya menjadi terbiasa dengan didikannya. Sampai sekarang.

Ayah saya selalu memeriksa hasil belajar saya setiap malam. Sepulang dari kantor, ayah saya selalu memberikan latihan soal matematika untuk saya. Latihan itu tidak akan selesai jika saya belum mendapatkan hasil sempurna—menjawab semua soal dengan benar. Saya ingat sekali ayah selalu menuliskan latihan soal tersebut di dalam sebuah block note yang ia dapat dari kantornya. Tulisan tangannya tegas, menekan sampai terjiplak di kertas bagian belakang.  Dan hasilnya? Saya resmi mendapatkan angka seratus pada pelajaran matematika dalam Ujian Nasional Sekolah Dasar.

Ayah saya, sampai detik ini adalah orang pertama yang selalu mengecek kelengkapan alat tulis saya menjelang ujian. Ujian apapun, mulai dari Pra EHB dan EHB ketika duduk di SD, ulangan umum dan try out di bangku SMP dan SMA, sampai ke SPMB. Ayah saya tegas dalam bidang pendidikan.

Ayah saya adalah orang yang selalu saya hubungi jika saya sendirian di rumah dan merasa lapar. ‘Papi dimana? Beliin makanan ya, Dek Sekar laper.’ Itu adalah kata-kata yang sering saya tuliskan dalam pesan singkat untuknya. Dan ayah selalu pulang dengan makanan yang saya sukai, meskipun saya tidak memintanya. Ayah saya juga adalah orang pertama yang khawatir dengan kesehatan saya ketika saya putus cinta. Saat itu ia selalu pulang ke rumah dengan membawa makanan cepat saji yang menjadi kesukaan saya.

Seiring dengan berjalannya waktu, ia semakin jarang marah. Ia bilang dulu ia galak agar saya punya fondasi yang kokoh, sehingga ketika saya tumbuh dewasa ia cukup melihat saya dari jauh dan tidak perlu menggandeng saya terus-terusan ketika berjalan, karena ia tahu saya sudah menjejak dengan kuat ketika melangkah. Saya akan selalu menjadi gadis kecil ayah dengan cara kami masing-masing. Saya suka saat-saat ayah memperlakukan saya seperti ketika saya masih kecil, melakukan hal-hal yang bisa membuat saya bahagia, apapun itu. Di dalam diri saya mengalir nilai-nilai yang ayah tanamkan, dan saya bangga dengan itu.

Menggambarkan sosok ayah bukan pekerjaan yang mudah, karena terlalu banyak hal tentangnya yang ingin saya tuliskan disini. Ia adalah sosok yang galak namun lembut, santai namun tegas, kuat namun terkadang terlihat lemah. Saya ingin ayah ada di samping saya ketika saya memakai toga di bulan September nanti, saya ingin mencium tangannya ketika ia harus melepaskan saya untuk seorang pria di luar sana, dan saya selalu ingin menjadi gadis kecil itu. Gadis kecil Ayah.

Untuk Raden Djoko Suntoro Dirdjoatmodjo, di atas semua yang telah terjadi, tersenyumlah dan berbahagialah.

Aku menyayangimu.

Parents

Kuliah Pengasuhan dan Pengembangan Anak Usia Dini (PPAUD) hari Kamis, 25 Februari 2010.

Topik: Parenting

Definition of Parent:

Parent is an individual who foster all facets of a child’s growth – who nourishes, protects, and guides new life through the course of its development. (Brooks, 2008)

… And I suddenly remember my parents, who are now busy and struggling so hard to make the living for our family, who are now live in two different cities (Semarang and Surabaya), and who are still sincerely give their love and affection through phone calls, text messages, and endless prayers.

I just want to say that I feel so lucky and blessed to have my mom and my dad as my parents. I learn a lot from them that this life is a ferris wheel, it’s all about ups and downs, and the best person is the one who always feel grateful with everything they have.

So, I promise:

I’m gonna take care of myself; I will study hard, so you both can smile proudly to me at my graduation day. I’m trying my best not to let you down.

And I’m sorry for everything I did, and for making you cry.

I know we’ll make it through everything in this world. I pray a lot that there will be the day when we are together again, sleeping under the same roof.

I wish you health, a strong heart, and a blissful time.

I love you, Mom. I love you, Dad. I really do.

a letter to mom

September 14th 2008

Thank you…

For every free heartbeat, breath, and everything you shared to me at the time I stayed through your life

For accompanying me in every kindergarten-drawing-contest I used to join

For being the first person to know when I got my full-of-panic first period

For making me realize that spending this life with you is the best gift I’ve ever got

For all those struggling times we’ve faced together. I never knew you could be that wonderful!

For all painful sacrifices you felt during this 19 years –not to mention those you got these days-

For every single thing you did and gave to make me feel that there are so many things out there I should be grateful to

For giving me timeless life lessons. Oh, how I learn through you a lot.

I want you to know…

That your name is the first name I remember everytime I meet God in my prayer

That seeing your smile means a lot to me as I grow up

That I cry everytime you cry

That I work and study hard to make you believe that your sacrifices turn into something meaningful

That I always wanted to buy you a gift everytime the calendar says it’s July 21st

That I feel like being tortured when I knew that it’s hard to say how much I love you more than anyone

That I want you to be with me in my whole life

And I’m terribly sorry

For making you so sad and cry…

I’m so proud to have you here in my life, Mom.. Thank you seems the only word to say. And I’m trying hard to see your smile. Always, I promise.

Lots of  loves, hopes, and pray