aku

aku dan sore

soreku hari ini terasa lain

karena di sore ini aku berjalan dan melihat dari dekat;

bukan hanya melihat dari dalam kendaraan seorang teman yang biasa kutumpangi setiap hari

 

aku melihat lalu lalang kendaraan dan mendengar deru mesin yang tak hentinya berbunyi

hasil karya manusia yang makin lama makin akrab saja di hidupku,

lalu aku melihat segerombolan orang berkumpul

di depan sebuah gerobak yang menjual minuman manis yang menggoda selera

”ramai sekali”, pikirku dalam hati.

 

aku berjalan lagi dan memperlambat langkah untuk menikmati soreku

dan di atasku, terbentang awan sore biru-putih

luas..

bergerumul indah seperti saling mengejar dan bergerak

dan aku pun terheran-heran

bagaimana bisa aku melewatkan pemandangan seindah ini setiap harinya?

 

aku pun terus berjalan

dan melihat dua bocah laki-laki sedang bertengkar dari kejauhan

dengan bahasa yang tak pernah terlintas di pikiranku bisa keluar dari mulut mungil mereka

aku pun hanya tertawa dalam hati,

ternyata roda waktu memang sudah merubah semuanya

 

aku melihat tanda penunjuk jalan yang sudah usang;

dua orang muda sedang bercengkerama di bawah sebuah bangunan tak-tahu-apa namanya;

seorang ayah sedang menyiram jalan aspal dengan air;

hmm, aku menghirupnya dalam-dalam. aku suka bau ini. bau aspal yang tersirami air.

dari kejauhan terlihat seorang anak dengan sepeda roda tiganya;

semua kulihat dan kunikmati, di sore ini

 

lalu kakiku menghentikan langkahnya

karena aku sudah sampai di tempat dimana aku kembali setiap harinya

 

aku  membersihkan diri

menunaikan kewajiban dan kebutuhan menyapa Tuhan

yang ternyata kulakukan di akhir waktu

dan ketika kutengok keluar,

soreku yang indah telah pergi

dan aku pun siap menyambut malam.